Membuat Keputusan Sukses Bahagia

‘Saya ingin setiap hari bahagia, Pak. Tapi kenapa sulit ya?’

Pertanyaan saya, “apakah anda menginginkan? Atau anda memutuskan?”

Saran saya, buatlah keputusan untuk bahagia setiap hari. Ya, keputusan! Putuskan sekarang untuk bahagia setiap hari.

Karena kebanyakan orang sebenarnya hanya menginginkan ‘sesuatu’. Bukan memutuskan untuk mendapatkan ‘sesuatu’. Sekarang, ya sekarang. Sekali lagi, sekarang! Buatlah keputusan untuk mendapatkan apa yang anda inginkan. Buatlah keputusan untuk ‘Bahagia’ secara konsisten.’

Lalu jadikan keputusan anda sebagai sebuah ‘keharusan’, demikian saran Anthony Robbins, seorang Motivator No.1 Dunia. Karena jika sebuah keputusan menjadi sebuah keharusan utk diraih, ia tidak lagi hanya sekedar sebuah keinginan, dan dengan demikian, energi dan antusias anda pasti akan mengatur strategi untuk membawa anda mencapai dan mendapatkan apa yang anda inginkan.

‘Apa yang bapak bisa sarankan untuk saya, agar saya bisa mencapai apa yg saya inginkan. Bisa bapak beri contoh cara bapak memutuskan apa yg bapak inginkan?’ demikian tanya salah satu peserta seminar saya beberapa waktu yg lalu. —

Baiklah, saya coba berbagi resep bagaimana dulu saya membuat keputusan yang akhirnya mengubah hidup saya.

Sejak tahun 2002, setiap bangun dari tidur pagi hari, saya selalu mengucap syukur dan mengatakan pada diri saya sendiri, “Ini adalah hari yang hebat, saya akan menjalaninya dengan bahagia, dan kebahagiaan saya hari ini menarik apapun yang dapat mengarahkan saya pada sesuatu yang saya ingin dapatkan, dan mendapatkan apa yang saya inginkan.”

Setelah itu, saya menulis di buku khusus yang memang saya peruntukkan untuk menulis afirmasi harian saya, saya menuliskan : (ini contoh saat saya memutuskan untuk menjadi pembicara publik)

‘Saya berkeinginan kuat untuk menjadi seorang pembicara publik, dan saya memutuskan bahwa menjadi seorang pembicara publik adalah sebuah keharusan. Saya mengarahkan semua potensi saya untuk mewujudkannya. Insya Allah pasti!’

Sejenak saya fokus semata hanya kepada Allah SWT, berdo’a untuk mendapat kemudahan meraih keinginan saya itu. Karena saya percaya, pada akhirnya keputusan yang terbaik untuk saya selalu berada pada kekuasaanNya, sehingga saya merasa perlu untuk berserah diri. Karena saya manusia biasa, maka tentu saja saya khawatir, jika dipaksakan untuk terwujud dan ternyata tidak baik untuk saya, maka saya tidak akan mendapatkan kebahagiaan dari apa yang ingin saya peroleh itu. Sekali lagi, keputusan Tuhan pastilah yang terbaik untuk kita. Namun keyakinan bahwa setiap do’a pasti dikabulkan, haruslah selalu menjadi bagian yang perlu ada dalam pikiran dan perasaan kita.

Pada malam hari sebelum tidur, saya selalu melakukan visualisasi syukur atas apa yang sudah saya peroleh. Karena saya memiliki keyakinan bahwa setiap hal yang saya syukuri, akan membuat saya mampu menarik hal-hal baru yang bisa saya syukuri lagi. Bukankah demikian pula janji Tuhan?

Bagaimana saya melakukan visualiasi syukur?

Sederhana saja, saya hanya duduk sejenak dengan nyaman, memejamkan mata dengan rileks dan tenang, kemudian saya membiarkan pikiran saya memunculkan gambar atas hal-hal yang sudah saya dapatkan. Misalnya, muncul gambaran anak-anak saya, handphone, istri, sepeda motor, mobil, kipas angin, baju, binatang piaraan, kaus kaki, sisir, handicam dll.

Pokoknya apapun yang sudah saya peroleh dan saya nikmati, baik yang kecil maupun yang besar, yang berharga maupun tidak. Dalam proses ini, setiap beberapa kali, secara mental saya mengucapkan, “Terimakasih atas karuniaMu ini Yaa, Allah…” demikian kurang lebih saya melakukannya selama 10 menit.

Setelah selesai dan sebelum berangkat tidur, saya mengkhususkan diri untuk berdoa, “Yaa Allah, rezekiMu berlimpah ruah pada semesta yang Kau ciptakan, tapi aku tak mampu melihatnya, kecuali Engkau menuntunku. Kuijinkan diriku menarik rezeki itu dengan ijinMu, aku menyiapkan diriku menerima energi yang mengarahkan aku meraih apa yang aku inginkan, jika itu baik untukku…”

Demikian hal tersebut saya lakukan sampai saat ini, namun tentu saja keputusan dan hal yang saya inginkan mengalami perubahan seiring dengan waktu dan atau setelah keinginan yang saya putuskan untuk saya dapatkan itu terwujud. Seperti rumah, mobil, liburan ke sebuah tempat, menjadi pimpinan perusahaan, mengisi seminar/pelatihan di perusahaan tertentu, dll.

Dan yang paling penting adalah saya melakukannya secara konsisten dan terus menerus tanpa putus. Karena saya tidak ingin hidup saya biasa-biasa saja. Saya ingin hidup dengan luar biasa.

Sekarang bagaimana dengan anda? Saya harap, andapun memiliki keinginan yang sama dengan saya. Keinginan untuk hidup lebih baik, lebih bahagia, lebih bermakna dan lebih bermanfaat.

***

Bersyukur hakikatnya adalah memberi
dan memberi pada hakikatnya adalah menerima.

Tagged: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: