Tentang Ghibah

Assalamu’alaikum wr. wb.

Sejenak saya merenung untuk mengingat diri dan terhindar akan kebiasaan bergunjing, setidaknya itulah maksud saya menulis penggalan-penggalan kalimat di bawah ini. Semoga bermanfaat dan menjadi lahan pengingat diri…

Ghibah lebih besar dosanya dari ber-zinah
Fitnah lebih besar dosanya dari membunuh

@
Dalam sebuah mejelisnya bersama Abu Dzar, Rasulullah pernah memberi nasehat berikut : “Wahai Abu Dzar, hindari dari perlakuan ghibah (menggunjing) karena dosanya lebih berat dari pada zina”.
“Ya Rasulullah apa itu ghibah?”
“Ghibah yaitu menyebut-nyebut saudaramu dengan yang tidak disukai.”
“Ya Rasulullah walaupun sesuatu itu ada pada dirinya”
“Ya apabila kau sebut-sebut aibnya, maka kau telah menggunjingnya; namun bila kau sebut aib yang tidak ada pada dirinya maka kau telah memfitnahnya.”

@
Rasulullah mengingatkan kita betapa buruk dan besarnya dosa dari menggunjing sehingga dosanya lebih besar dari berbuat zina. Ketika Aisyah menyampaikan perihal Sya’iyyah, kepada Nabi bahwa Sya’iyah itu orang yang pendek, begini dan begitu.

Nabi menjawab, “Wahai Aisyah kau telah mengucapkan kata-kata apabila dicampurkan air laut maka kata itu akan mengubahnya”.

@
“Jangan kau menjelek-jelekkan (menceritakan keburukan) orang lain, sebab belum tentu dirimu lebih baik dari yang kau pergunjingkan. Justeru sudah pasti kau lebih buruk dari yang kau gunjingkan, karena engkau telah bergunjing. Percayalah, Allah tengah menyiapkan kehancuran (para penggunjing), kecuali engkau bertaubat dan memohon maaf pada orang yang telah kau gunjingkan, namun orang seperti mereka (penggunjing) telah tertutup mata hatinya.”

@
Kelak di Yaumul Hisab, manusia banyak yang terkejut, pahala amal shalih yang telah dikumpulkannya ternyata ludes untuk membayar dosa ghibah yang telah dilakukannya. Jika kebaikannya habis, maka keburukan orang yang digunjingkannya akan ditimpakan kepada yang habis kebaikannya karena ghibah (bergunjing).

Sungguh ironi, ia menukar pahalanya dengan dosa saudaranya.

@
Rasulullah bersabda “Ketika aku dimi’rajkan oleh Allah, aku melihat suatu kaum yang memiliki kuku dari tembaga, mereka mencakar wajah dan dada mereka sendiri, lalu aku bertanya kepada Jibril,
“Siapakah mereka itu wahai Jibril?”
Jibril menjawab:
“Itu adalah orang yang suka memakan daging saudaranya, dan menodai kehormatannya (ghibah).” – (HR Abu Dawud)

@
Kehinaan perilaku ghibah itu sangat luar biasa.

Di dalam al-Qur’an, Allah mengumpamakannya dengan memakan bangkai saudaranya. Bahkan bau busuknya pernah tercium oleh Nabi SAW dan para sahabatnya, sebagaimana yang dikisahkan oleh Jabir bin Abdillah, “Suatu kali kami bersama Nabi SAW, tiba-tiba kami mencium bau busuk yang menyengat, lalu Rasulullah SAW bertanya, “Ini adalah bau busuk orang yang menggunjing orang-orang mukmin.” (HR Ahmad, Ibnu Abid Dunya)

@
Ketika Amru bin Ash melewati bangkai seekor bighal yang telah membusuk, ia berkata kepada teman-temannya, “Sungguh seseorang memakan bangkai ini hingga perutnya penuh, itu lebih baik dari pada ia memakan daging saudaranya muslim (menggunjingnya).”

Disamping menjijikkan, ghibah itu laksana penyakit kronis yang berbahaya. Seperti yang dikatakan oleh Hasan al-Bashri, “Demi Allah, ghibah itu lebih cepat menggerogoti agama seseorang dibanding penyakit kronis yang menggerogoti jasad.”

@
“Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujuraat: 12)

@
Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhum mengatakan, “Sesungguhnya Allah membuat perumpamaan ini untuk perbuatan ghibah, karena memakan daging bangkai adalah perbuatan haram yang menjijikkan, begitu juga ghibab, haram dalam pandangan agama dan buruk menurut penilaian jiwa.”

Qatadah rahimahullah berkata, “Sebagaimana salah seorang kalian dilarang memakan daging saudaranya yang sudah mati, begitu juga wajib menjauhi menggunjingnya sewaktu ia masih hidup.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,”Setiap muslim haram darah, harta, dan kehormatannya atas muslim lainnya.” (HR. Muslim)

@
Al-Qurthubi mengatakan, “Allah mengumpamakan ghibah dengan memakan bangkai, karena bangkai tidak tahu kalau ia dimakan. Begitu juga dengan orang hidup, ia tidak tahu gunjingan orang yang menggunjingnya.”

@
Al-Hasan al-Bashri berkata, “Ghibah (menggunjing) ada tiga bentuk, semuanya terdapat dalam Kitabullah Ta’ala: ghibah, ifkun, buhtan. Adapun Ghibah adalah engkau berkata tentang saudaramu apa yang ada pada dirinya. Sementara Ifkun (berita bohong), engkau berbicara tentangnya sebagaimana kabar yang sampai kepadamu. Sedangkan Buhtan (dusta), engkau membicarakan keburukan saudaramu yang tidak ada padanya.” (Dinukil dari Tafsir al-Qurtubi)

@
“Barangsiapa yang pernah menzalimi saudaranya dari kehormatan atau sesuatu (miliknya) hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezaliman itu pada hari ini, sebelum datang hari kiamat yang saat itu tidak ada manfaatnya lagi dinar dan dirham, jika ia mempunyai amal shalih maka akan diambil sekadar dengan kezalimannya, dan jika tidak memiliki kebaikan maka keburukan saudaranya akan diambil dan dibebankan kepadanya.” (HR. Al-Bukhari dan lainnya)

@
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Kafarat ghibah adalah engkau memintakan ampun untuk orang yang engkau gunjingkan.”

@
Tulisan saya #tentang_ghibah, semata ditujukan untuk saya pribadi sebagai nasehat pengingat diri, agar saya dan kita semua tidak terjebak ke dalamnya. Sungguh mengerikan apa yang telah Allah janjikan kepada mereka atau kita yang suka berggunjing.

Bahkan membayar dosa ghibah itu sangat berat. Karena si penggunjing harus bertaubat dan memohonkan ampun kepada Allah atas orang-orang yang telah ia gunjingkan, selama hidupnya.

Berdasarkan itu, saya mengajak saudara dan sahabat semua untuk ikut menyebarkan gerakan

“Hentikan tayangan infotainment yang menghasut dan menggunjingkan orang lain.”

Semoga Allah SWT merahmati kita semua.

www.facebook.com/gheanez

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: