Memahami Cara Kerja Pikiran

Sigmund Freud dan banyak ahli psikologi lain menyatakan bahwa pikiran manusia terdiri dari pikiran sadar dan bawah sadar. Pikiran sadar dan bawah sadar berkomunikasi satu dengan yang lain. Namun, pikiran bawah sadar tidak selalu sejalan dengan pikiran sadar. Kadang-kadang, pikiran bawah sadar sudah memiliki “program” sendiri, emosi, kebiasaan, dan kepercayaan yang sudah tertanam sebelumnya. Ternyata, 88% pikiran bawah sadar memengaruhi sikap dan perilaku manusia dibandingkan pikiran sadar yang hanya 12% saja. Layaknya komputer, pikiran manusia terdiri dari program-program yang “di-install” ke dalamnya.

Pemprograman bawah sadar dimulai saat seseorang masih kanak-kanak. Pengasuhan orangtua dan perlakuan orang yang lebih dewasa di sekitarnya biasanya mudah di-install. Pertanyaannya adalah program seperti apa yang dimasukkan: positif atau negatif?

Para ahli psikologi umumnya sepakat bahwa masa kanak-kanak, khususnya lima tahun pertama, cukup berpengaruh dalam kehidupan seseorang di masa-masa berikutnya. Oleh karena itu, bisa ditebak bagaimana pengaruh dari program positif atau negatif yang sudah ter-install dalam pikiran. Berita baiknya, program-program tersebut-sama seperti komputer bisa diganti atau diubah dengan program baru. Salah satunya adalah dengan mengakses bawah sadar melalui Alpha Therapy (Terapy Hypnosis). Oleh sebab itulah, hipnosis bisa digunakan untuk terapi (Hypnotherapy), yaitu sebuah terapi untuk memprogram ulang pikiran dengan cara mengganti program negatif menjadi program positif. Berikut ini adalah uraian berbagai gelombang otak/brain wave dan aktivitas terkait di dalamnya:

1. Beta (14-25 Hz): Normal
Gelombang otak Beta dominan terjadi pada seseorang yang sedang melakukan aktivitas. Atensi, kewaspadaan, kesigapan, pemahaman, logical & rasionalitas, kondisi yang lebih tinggi diasosiasikan dengan kecemasan dan ketidaknyamanan.

2. Alpha (8-13 Hz): Relaksasi
Gelombang otak Alpha dominan terjadi pada seseorang yang sedang melakukan aktivitas relaksasi, pembelajaran super, fokus relaks, kondisi trance ringan, peningkatan produksi serotonin, kondisi pra-tidur, meditasi, dan awal mengakses pikiran bawah sadar (Subconscious). Dalam kondisi ini proses pembelajaran semakin meningkat dan menghasilkan kemampuan luarbiasa. Daya tangkap dan daya serap terhadap informasi begitu tinggi. Pada anak-anak di bawah usia 7 tahun gelombang ini sangat aktif secara alami. Itulah sebabnya, mereka lebih cepat menghapal dan menirukan informasi yang masuk kedalam pikirannya. Disinilah kita sebagai orang tua harus hati-hati memberi contoh dan ucapan yg kita sampaikan.

3. Theta (4-7 Hz): Meditatif
Gelombang otak Theta dominan terjadi pada seseorang yang sedang melakukan aktivitas tidur bermimpi (tidur REM/Rapid Eye Movement), peningkatan produksi catecholamines (sangat vital untuk pembelajaran dan ingatan), peningkatan kreativitas, pengalaman emosional, potensi terjadinya perubahan sikap, peningkatan pengingatan materi yang dipelajari, proses pengobatan, hypnogogic imagery, meditasi mendalam, lebih dalam mengakses pikiran bawah sadar (deep subconscious).

4. Delta (0,5 – 3 Hz): Tidur Lelap
Gelombang otak Delta dominan terjadi pada seseorang yang sedang melakukan aktivitas tidur tanpa mimpi atau tidur nyenyak, kondisi non-fisik, pelepasan hormon pertumbuhan, proses datangnya sakit sekaligus kesembuhan, hilang kesadaran pada sensasi fisik (unconscious).

Tagged: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: