Rasulullah SAW Hanya Puasa 8 Kali Dalam Hidupnya

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

 

muhammad

Muhammad SAW, Rasul terakhir, Manusia Terbaik dalam sejarah umat manusia, ternyata hanya menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan sebanyak 8 kali (Riwayat Lain mengatakan 9x) dalam hidupnya.

Lho Kok ?

Ya iyalah, kan turunnya Perintah Ibadah Shaum jatuh pada bulan sya’ban tahun ke dua hijriyah? 13 tahun setelah Muhammad SAW diangkat menjadi Rasulullah dan 1 tahun setelah Rasululah Hijrah ke Madinah. Sementara beliau wafat pada bulan Rabi’ul Awwal Tahun 10 Hijriyah sebelum Ramadhan. Jadi tahun ke Satu Hijryah beliau belum mendapat perintah wajib puasa di Bulan Ramadhan. Praktis beliau hanya Puasa Ramadhan Tahun ke 2 s.d tahun ke 9 Hijryah.

Namun demikian, siapa yang meragukan kualitas beliau dalam beribadah? Walaupun hanya 8x menjalankan Ibadah Puasa, namun kualitas puasanya tentulah jauh lebih sempurna dibanding manusia manapun di muka bumi ini. Lalu bagaimana dengan kita yang telah diberikan waktu untuk menjalankan Ibadah pada Bulan Penuh Berkah, Rahmat dan Ampunan ini? Ya, kita justru seringkali menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan semua kemuliaan RamadhanNya. Kita lebih cenderung menjalankan ibadah puasa untuk sekedar bertahan pada Hawa Nafsu terhadap makan dan minum saja, seperti yang pernah beliau singgung dalam sabdanya :


“Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan haus.”

Berapa kalikah kita telah diberikan kesempatan menjalankan Ibadah Puasa? Mungkin ada diantara kita yg telah diberikan jatah puasa sampai puluhan kali. Namun sudahkah kita menghitung nilai kualitas puasa kita?

Semoga Ramadhan Menjadi Awal Kebangkitan Kita, Untuk Menyadari, Betapa Luar Biasanya Makna di Balik Ramadhan.

Puasa mendidik kita untuk menyadari betapa tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan kepada kita selama ini, sehingga kemudian kita menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengabaikan arti kenikmatan sekecil apapun itu. Sebab jika seseorang telah memiliki rasa syukur yang kuat di dalam hatinya, maka ia akan hidup menjadi manusia yang berbahagia. Cobaan dan godaan hidup akan dijalani dan dilaluinya dengan senantiasa berpegang pada petunjuk dan risalah tuntunan yang Rasululullah bawa untuk umat manusia.  Inilah puncak kebahagiaan di dunia, bersyukur atas segala nikmat dan bersabar atas segala ujian hidup.

Semoga saja kita dapat menjadikan puasa ramadhan sebagai wadah penggemblengan mental diri, untuk membentuk kontrol diri yang baik, sehingga akan membawa kita ke dalam kehidupan yang dipenuhi limpahan Rahmat dan KaruniaNya. Demikian nasehat ini saya tujukan untuk diri saya pribadi, yang semoga juga bermanfaat buat sahabat semua.

Aamiin. Allahumma Aamiin.

One thought on “Rasulullah SAW Hanya Puasa 8 Kali Dalam Hidupnya

  1. arief angel 5 September, 2010 pukul 02:28 Reply

    Trimaksih atas info / dakwahnya..
    saya pengen dalil2 yg tentang mendidik anak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: